Radar Madura

Mamin Tak Layak Konsumsi Belum Dimusnahkan

SAMPANG – Pekan lalu, tepatnya Kamis (8/6), tim gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional, pertokoan, dan toko modern. Hasilnya, banyak ditemukan makanan dan minuman (mamin) tidak layak jual. Namun, barang hasil sitaan tersebut tak kunjung dimusnahkan.

Sebelumnya, tim yang terdiri atas beberapa instansi tersebut berjanji dalam seminggu akan melakukan pemusnahan. Dengan demikian, barang bukti (BB) tersebut mestinya dimusnahkan Kamis (15/6). Faktanya, barang yang disita dari sejumlah pasar dan toko itu masih tertata rapi di gudang satpol PP, Jalan Kusuma Bangsa.

Hal itu mendapat sorotan negatif dari Ketua Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman. Menurut dia, tim seharusnya menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagaimana mestinya. Peraturan daerah (perda) yang telah dibuat harus ditegakkan. ”Misalnya, BB yang harusnya dimushkan, tidak dimusnahkan. Ini sudah jelas timbul tanda tanya,” ujarnya.

Politikus asal Kecamatan Torjun itu menambahkan, dirinya sangat mendukung upaya tim meminimalkan tersebarnya mamin dan sembako yang sudah tidak. Hal itu merupakan upaya perlindungan konsumen. Namun, razia tersebut harus dilakukan secara totalitas. Mamin yang sudah disita harus dimusnahkan sesuai aturan.

Kasi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Satpol PP Sampang Moh. Jalil mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan tim. Sebab, dalam tim pihaknya hanya membantu menyita BB yang ada di lapangan. Dia mengakui, berdasar BAP, deadline pemusnahan seminggu.

”Tapi, masih mau dirapatkan dulu kata yang punya gawe (dinkes, Red). Kami tidak enak kalau langsung memusnahkan tanpa dikoordinasikan dengan tim,” jelas Moh Jalil. Pria bertubuh tinggi itu menambahkan, selain tim, pemusanahan harus dihadiri pemilik barang. Karena itu, sambil menunggu waktu pemusnahan, pihaknya tetap mengamankan BB.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar