Radar Madura

 Tari Rokat Tase’ Simbol Etos Kerja Orang Madura

SUMENEP tak hanya dikenal dengan alamnya yang indah. Kabupaten ini juga menawarkan banyak karya seni bagi siapa pun yang berkunjung. Salah satunya karya seni tari. Setelah tari muwang sangkal dan tari keris yang berhasil mencuri perhatian wisatawan, belakangan muncul tarian rokat tase’.

 

Tarian rokat tase’ tersebut menceritakan bagaimana tingginya etos kerja para nelayan Madura. ”Tari rokat tase’ menceritakan tentang ritual para nelayan untuk menyucikan diri sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan. Rasa sukur nelayan Madura ditunjukkan dengan kerja keras. Mereka melaut meski harus mempertaruhkan nyawanya,” ungkap Koreografer Tari Rokat Tase’ Agung Gepeng, Selasa (16/5).

Menurut Agus, tarian tersebut untuk kali pertama akan dibawakan oleh penari dari sanggar Tari Rukun Pewaras. ”Pada 19 Mei kami akan tampilkan tarian ini dalam Festival Tari 2017 di Taman Budaya Jawa Timur,” ungkapnya.

Dikatakan, tarian rokat tase’ memberikan pemaknaan berbeda terhadap ungkapan Madura ”sampan parao, mon tabu’ lapar sapa se tao”.  Menurut Agus, ungkapan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab seorang nelayan kepada keluarganya.

”Seorang nelayan rela berjuang di tengah ombak dan mempertaruhkan nyawa demi anak istrinya. Seperti itulah cara nelayan menjalankan tanggung jawabnya di hadapan Tuhan,” tutur Agus yang saat menggelar latihan disaksikan sejumlah pejabat Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Disparbudpora) Sumenep.

Agus berharap tarian ini menambah kekayaan seni. Selain itu, bisa menjadi sajian menarik bagi wisatawan yang datang ke Sumenep. ”Dalam festival nanti, kami melibatkan Ian Pewaras sebagai penata musik dan Fitri Mahanita Dewi sebagai penata rias,” pungkasnya. (fei/luq)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar