Radar Madura

Motif Batik Tembakau dan Naga Parjuga Banyak Diminati

SUMENEP – Industri batik di Sumenep terus berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Sumenep. Salah satunya, industri kecil menengah (IKM) Batik Padepokan Canteng Koneng di Jalan Kartini, Kota Sumenep, milik Didik Haryanto, 36.

 

Padepokan yang didirikan pada 2011 ini sudah berkembang pesat. Terutama, hasil lukisan batik maupun pemasaran. Berbagai motif batik hasil karyanya sudah banyak diminati masyarakat. Bahkan, batik karya Padepokan Canteng Koneng ini sering mengikuti pameran batik di berbagai kota di Indonesia.

Menurut Didik, ada motif tertentu yang menjadi primadona setiap kali pameran. Di antaranya motif batik tembakau dan naga parjuga. Menurut dia, kedua motif tersebut paling banyak diminati pengunjung stan pameran baik di Jakarta maupun di Surabaya.

”Selain motif itu, ada pula motif merak. Untuk motif labang mesem, hanya untuk seragam sekolah. Tidak untuk umum. Banyak pula motif-motif lain yang sering kami bawa ke pameran,” terang pemilik hak paten batik labang mesem tersebut.

Soal harga, sangatlah relatif. Mahal tidaknya batik tergantung kualitas kain dan tingkat kesulitan dalam pembuatan. Bahkan, lanjut Didik, untuk motif tertentu, proses pembuatannya ada yang memakan waktu hingga 1 bulan untuk satu kain saja.

”Untuk harga tentu sesuai dengan karyanya,” ungkap pria yang kini memiliki 20 pekerja dan sejumlah binaan di beberapa tempat itu. (sid/fei/luq)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar