Radar Madura

Tiga ”Kartini” Warnai Parlemen Sumenep

SUMENEP – Menjadi perempuan yang harus mampu meniru semangat juang RA Kartini tidaklah mudah. Terutama bagi mereka yang duduk di parlemen. Di DPRD Sumenep, misalnya. Ada tiga ”Kartini” yang harus mampu melawan hegemoni 46 laki-laki dari total 50 anggota dewan.

Mereka adalah Dwita Andriani, wakil ketua komisi III dari Partai Amanat Nasional (PAN). Ada pula Ummul Hasanah, anggota komisi I dari PDI Perjuangan. Zulfa, anggota komisi I dari Partai Gerindra. Ada pula wakil rakyat perempuan Noerriana dari PPP. Namun, hanya menjabat enam bulan dari PAW Akhmadi Said, lalu meninggal.

Menurut Ita –panggilan Dwita Andriani–, Kartini merupakan simbol kemajuan kaum perempuan. Titik awal bangkitnya perempuan dalam merebut hak-haknya. Tentu, tantangan perempuan tidak cukup berhenti pada keberhasilan sosok Kartini.

Perempuan saat ini, kata politikus yang sudah dua periode duduk di parlemen itu, menghadapi tantangan menurut keadaan terkini. Untuk merebut kekuasaan, pemerintah sudah mengatur melalui Undang-Undang mengenai 30 persen keterwakilan perempuan.

”Namun, itu hanya menjadi macan kertas. Realitasnya, masih sulit menembus hegemoni kaum laki-laki, semisal saat proses pemilihan dalam sebuah pemilu. Terbukti, baru tiga orang yang berhasil duduk di parlemen,” kata perempuan murah senyum ini.

Dia mengharapkan, di setiap komisi DPRD ada perwakilan perempuan. Kini dari tiga perempuan, satu di komisi III dan dua, sama-sama duduk di komisi I DPRD. Jika semua komisi terdapat unsur perempuan, keberpihakan anggaran pada kaum perempuan lebih mudah diperjuangkan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar