Radar Madura

Bulan Depan Gelar Pameran Produk Lokal di Jakarta

Para pengusaha mikro di Pulau Garam cukup melimpah. Mereka yang bergerak di bidang industri batik juga mencapai ribuan orang. Tetapi, pengusaha-pengusaha kecil itu kerap mengeluh karena tidak menemukan pasar yang menjanjikan. Lalu, bagaimana langkah pemkab menjawab persoalan tersebut?

IMAM S. ARIZAL, Pamekasan

A. M. YULIANTO berjalan santai dari ruang Komisi II DPRD Pamekasan, Kamis (20/4). Kepala dinas koperasi dan usaha kecil menengah (UKM) ini baru saja menggelar rapat koordinasi secara tertutup dengan wakil rakyat. Salah satu topik yang dibahas yakni terkait pemberdayaan pengusaha-pengusaha lokal Pamekasan, dan Madura secara umum.

Sebelum turun dari lantai dua, Jawa Pos Radar Madura (JPRM) sempat mengajak bincang-bincang pria yang juga menjadi agen JPRM ini. Pria berkumis ini pun bersedia untuk membincang-bincang tentang potensi pengusaha lokal berikut langkah-langkah yang ditempuhnya. Dia kemudian duduk di depan ruang sidang paripurna DPRD Pamekasan.

Menurut Jon –panggilan A. M. Yulianto–, salah satu persoalan mendasar pengembangan usaha lokal masyarakat Madura yaitu di bidang pemasaran. Produk-produk yang ada kurang berkembang karena belum menemukan pasar yang luas. Apalagi di Madura belum ada pasar induk yang mempertemukan seluruh pedagang se-Pulau Garam.

Karena itulah Pemkab Pamekasan bersama tiga kabupaten lainnya di Madura menjalin kerja sama dengan Koperasi Bina Insan Tanah Abang, Jakarta. Menurut Jon, empat kepala daerah di Madura telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan koperasi milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung tersebut.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar