Radar Madura

Dari Sertifikasi Pembatik hingga Gelar Pameran di Jogjakarta

Pelan tapi pasti, batik Pamekasan sudah mendapat perhatian di tingkat nasional. Selain diakui memiki ciri khas warna tajam, Pamekasan juga menjadi satu-satunya daerah yang mempertahankan tradisi batik tulis. Tak heran ketika Sultan Hamengku Buwono X memuji batik asal Kota Gerbang Salam.

IMAM S. ARIZAL, Pamekasan

KOMITMEN Pemkab Pamekasan dalam mengembangkan batik cukup tinggi. Berbagai upaya dilakukan agar kerajinan ini semakin dilirik pasar nasional dan internasional. Salah satunya, melakukan pembinaan terhadap perajin dan membuka pasar yang luas.

Ada tiga program yang selama ini telah dilakukan oleh pemkab dengan tiga leading sector berbeda. Pertama, memberikan pelatihan kepada para perajin batik agar semakin profesional. Pembinaan ini telah dilakukan oleh dinas koperasi dan UKM.

Pada 16 November 2016 lalu, diskop dan UKM bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI mengadakan assesment berupa bimbingan teknis batik tulis. Selama dua hari sebanyak 100 perajin batik digembleng oleh tim dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Batik. Puncaknya perajin itu diuji dan dinilai untuk mendapat sertifikat profesi batik sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Pamekasan merupakan daerah kedelapan yang sudah dilakukan sertifikasi batik oleh Bekraf. Daerah-daerah lainnya yang sudah melakukan sertifikasi batik yakni, Cirebon, Tegal, Kendal, Temanggung, Lasem, Medan, dan Pekalongan. Bahkan untuk Jawa Timur, baru Pamekasan yang terpilih oleh Bekraf.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar