Radar Madura

Tiga Tersangka Mesin Tempel Ditahan

BANGKALAN – Kasus dugaan korupsi mesin tempel di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bangkalan 2013 memasuki babak baru. Polres melimpahkan berkas perkara, barang bukti, dan tersangka ke kejaksaan negeri (kejari) Kamis (20/4). Di hari yang sama, Korps Adhyaksa langsung menggiring tiga tersangka ke rumah tahanan (rutan).

Mereka adalah Dra Ec Nurlaila, Kabid Budi Daya Perikanan DKP Bangkalan. Dalam kasus ini dia sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK). Tersangka kedua adalah mantan kepala DKP Drs Ec Nawawi. Dia bertindak sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA). Saat ini menjabat sebagai kepala satpol PP. Tersangka lain adalah Suparman Rosidi selaku kontraktor penyedia barang.

DKP Bangkalan 2013 menganggarkan Rp 900 juta untuk pengadaan mesin tempel. Sementara Suparman sebagai kontraktor menjadi pemenang dengan nilai kontrak Rp 800 juta. Program bantuan untuk nelayan itu kemudian ditemukan kerugian Rp 452 juta.

Berdasarkan temuan di lapangan, bantuan mesin tempel untuk kelompok nelayan itu terindikasi tidak disalurkan. Dari 18 unit mesin tempel, 12 unit tidak sampai pada penerima. Temuan itu diakui kelompok nelayan penerima bantuan. Dugaan korupsi itu kemudian diselidiki oleh polres sejak Mei 2015. Rabu, 13 Juli 2016 polres resmi menetapkan tiga tersangka.

Kemarin polres memanggil ketiga tersangka. Sekitar pukul 09.30 Nurlaila, Nawawi, dan Suparman berada di ruang Kanit Tipikor Polres. Tak berselang lama mereka dibawa ke RSUD Syamrabu. Di rumah sakit pelat merah itu kesehatan mereka diperiksa.

Sekitar pukul 11.00 ketiga tersangka tiba di kantor Kejari Bangkalan. Mereka langsung diperiksa di ruangan Kasipidsus. Kedatangan mereka didampingi pengacara masing-masing.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar