Radar Madura

Bantuan Program Indonesia Pintar Dibelikan Pintu WC

SUMENEP – Imbauan Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep agar uang pemotongan Program Indonesia Pintar (PIP) dikembalikan tidak diindahkan sekolah. SDN Aengbaja Kenek II Kecamatan Bluto tetap membelanjakan uang hak siswa itu. Uang yang terkumpul dibelikan pintu water closet (WC).

Pihak sekolah beralasan, pemotongan bantuan PIP Rp 100 ribu per siswa karena tidak ada anggaran belanja fasilitas. Pemotongan itu diklaim berdasar kesepakatan dengan wali murid. Padahal, bantuan pemerintah pusat itu untuk membantu biaya pendidikan masyarakat miskin.

Pemotongan dilakukan kepada 28 siswa. Sebanyak 22 siswa dipotong masing-masing Rp 100 ribu. Mereka mendapat bantuan masing-masing Rp 450 ribu. Sementara enam siswa disunat masing-masing Rp 25 ribu. Enam siswa ini hanya menerima bantuan Rp 225 ribu. Setelah dipotong, 22 siswa hanya menerima Rp 350 ribu. Sementara enam siswa yang lain mendapat Rp 200 siswa.

Uang yang terkumpul Rp 2.350.000. Uang jutaan rupiah itu dibelanjakan untuk dua pintu sekolah. Satu pintu seharga Rp 900 ribu.

Kepala SDN Aengbaja Kenek II Achmad Dafir berdalih uang tersebut sumbangan dari siswa yang disepakati wali murid. Inisiatif pemotongan berasal dari komite sekolah. ”Ini saran dari komite. Kami berterima kasih kepada komite yang membantu kami,” ucapnya.

Pencairan pertama biaya operasional sekolah Rp 9.600.000. Alokasi bulan berikutnya semakin besar. Namun, uang tersebut diklaim tidak ada anggaran untuk membeli pintu. ”Ini pintunya sudah dipasang. Mau dari mana lagi?” kata Achmad Dafir.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar