Radar Madura

Ibnu Hajar Pernah Dijuluki ”Chairil Anwarnya Madura”

Lomba baca puisi karya Chairil Anwar bakal digelar Senin (24/4). Panitia melibatkan tiga dewan juri profesional. Salah satunya, sastrawan muda asli Sumenep Ibnu Hajar.

ABD. MUKSIDYANTO, Sumenep

IBNU Hajar merupakan nama yang tak asing lagi, terutama bagi pemerhati dunia sastra di Sumenep dan Madura pada umumnya. Sastrawan murah senyum dan mudah akrab dengan siapa pun ini kini bertempat tinggal di salah satu perumahan di Desa Kolor, Kecamatan Kota.

   Mengunjungi rumahnya bak datang ke perpustakaan. Di salah satu sudut ruang tamu rumahnya terdapat ribuan buku. Seluruh buku-buku itu sudah dilahap habis setiap lembarnya. Melalui dunia pendidikan dan buku-buku itulah, dia menempa ilmu. Khususnya di bidang sastra dan budaya.

Sastrawan dan budayawan yang alumnus Pondok Pesantren Matha’liul Anwar, Pangarangan, Sumenep, ini lahir di Sumenep, 7 Juli 1971. Menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muhammadiyah Malang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan PMP-Kn serta menyelesaikan Pendidikan Pascasarjana (S-2) di Universitas Kanjuruhan Malang dengan program studi pendidikan ilmu pengetahuan sosial.

Mulai aktif menulis dan memublikasikan karyanya sejak duduk di bangku kelas dua MTsN Sumenep. Tulisannya kebanyakan berupa puisi, cerpen, esai, dan novel. Dia juga telah mengeditori beberapa buku sastra: Kasih di Antara Dua Titian (2002), Harapan yang Terkoyak (2002), Ayah (2002), dan Balada Seorang Virgi (2002).

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar