Radar Madura

Menyorot Pusat Inkubator Wirausaha STKIP PGRI Sumenep (PIWS)

SUMENEP – PUSAT Inkubator Wirausaha STKIP PGRI Sumenep (PIWS) terdiri dari 12 jenis pelatihan. Antara lain, pelatihan membatik, pengolahan rumput laut hortikultura dan tanaman pangan, olahan daging, katering, otomotif, serta menjahit. Selain itu, pelatihan sablon, pembuatan roti-kue, desain grafis, desain kemasan, percetakan, dan pupuk organik.

Dalam pelaksanaannya perlu pengawasan. Dari belasan jenis itu hanya pelatihan membuat roti dan bengkel otomotif yang ramai. Penempatan pelatihan yang tidak sesuai minat peserta ditengarai karena perencanaan tidak maksimal.

Dugaan tersebut diperkuat dengan penempatan sentra usaha yang juga tak jelas. Pihak PIWS berdalih, penentuan sentra usaha menunggu pelatihan tahap dua beberapa pekan ke depan. ”Sentra belum kami tentukan karena masih menunggu kesepakatan peserta dan dinas teknis penyedia barang atau alat bantuan,” terang Direktur PIWS Khoirul Asiah Rabu (19/4).

Instansi terkait itu meliputi dinas koperasi dan UKM; dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag), dinas pertanian tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan; dinas peternakan (disnak); disparbudpora serta dinas perikanan. Instansi pemerintah itu selaku penyedia sarana prasarana.

Khoirul mengklaim, penempatan sentra usaha harus menyesuaikan kesepakatan dengan peserta dan dinas. Bagaimana PIWS menggelar pelatihan tanpa perencanaan yang jelas? Khoirul berdalih hal itu demi keselarasan hasil pelatihan peserta dan dinas selaku penyedia bantuan barang.

”Karena yang ikut pelatihan kan peserta dan penyedia barang kan dinas. Jadi kita harus rapatkan lagi,” kata istri Pembimbing Bidang Pengembangan Bisnis dan Sumber Daya Manusia (SDM) PIWS Mahsun itu.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar