Radar Madura

Melanggar Langgam Arsitektur Bali, Izin Tak Keluar

BANYAK hal yang menjadi pelajaran bagi Pemkab Sumenep saat studi ke Dinas PU Pemukiman rakyat dan Cipta Karya Kabupaten Badung, Bali. Salah satunya mengenai strategi Pemkab Badung dalam menerapkan aturan penggunaan langgam arsitektur Bali pada bangunan-bangunan modern.

Sikap tegas menjadi kunci keberhasilan Pemkab Badung dalam mempertahankan budaya Bali melalui langgam arsitektur Bali di daerahnya. Keberhasilan tersebut bisa dilihat dengan mudah. Siapa pun yang berkunjung ke Kabupaten Badung, pasti akan merasakan kentalnya nuansa Bali.

Seluruh bangunan yang ada di kabupaten tersebut mempertahankan bentuk bangunan khas Bali. Meski ada bangunan modern, tetap saja nuansa Bali masih terasa. Sebab, ornamen yang dipasang wajib bernuansa Bali.

Kabid Cipta Karya di Dinas PU Perumahan Rakyat dan Cipta Karya Kabupaten Badung I Gst. A. NGR. Arinda Trisnawa mengatakan,  pihaknya sangat tegas dalam melaksanakan regulasi. Menurut dia, pihaknya senantiasa melakukan pengawasan periodik atas bangunan yang berdiri di Kabupaten Badung.

”Kami melakukan pengawasan secara periodik. Jika ada pelanggaran, langsung kami berikan sanksi administrasi. Misalnya izin tidak dikeluarkan sebelum ada perbaikan,” terang Arinda kepada rombongan dari Pemkab Sumenep pada Selasa (11/4).

Menurut Arinda, sanksi saja tidak cukup. Butuh kesabaran dalam memberikan pemahaman kepada pihak-pihak yang hendak mendirikan bangunan di Badung. Sebab, bisa saja setelah mereka membaca aturan yang ada di Badung, ternyata pemahamannya berbeda. Sehingga, bentuk gedung menyalahi aturan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar