Radar Madura

Asta Tinggi, Wisata Religi Favorit di Sumenep

SUMENEP – Salah satu wisata religi yang menjadi andalan Pemkab Sumenep adalah Asta Tinggi. Tempat pemakaman raja-raja Keraton Sumenep itu terletak di bukit Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep. Setiap hari di lokasi itu selalu ramai pengunjung. Mereka adalah para peziarah.

Wisatawan tidak hanya berasal dari Madura. Pengunjung juga berasal dari sejumlah daerah di Pulau Jawa. Bahkan, tidak sedikit berasal dari luar Jawa. Selama di lokasi Asta Tinggi, para pengunjung melakukan kegiatan keagamaan seperti berdoa dan membaca wiridan tertentu. Rata-rata, pengunjung yang datang menggunakan bus.

Yanto, 45, salah seorang peziarah, menuturkan, Asta Tinggi masuk dalam agenda ziarah yang dilakukan secara rutin. Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dia menjelaskan tiap tahun datang ke Sumenep. Menurut dia, para peziarah adalah anggota organiasi atau perkumpulan keagamaan di wilayahnya.

Pria asal Banyuwangi itu mengaku puas dengan pelayanan yang diberikan petugas. ”Kami selalu mendapat penjelasan dari petugas jaga mengenai sejarah singkat para penjaga asta. Juga tentang sejarah para wali dan raja yang dimakamkan di sini,” tuturnya kemarin saat ditemui di Asta Tinggi.

Biasanya yang diceritankan adalah sejarah kepemimpinan para raja yang pernah berkuasa di Sumenep dan dimakamkan di sana. Juga sosok-sosok penting lain yang dikebumikan di Asta Tinggi. Asta Tinggi terdiri atas beberapa kompleks. Masing-masing terdapat kuburan para mantan penguasa Sumenep.

Lokasi Asta Tinggi berada di sebelah barat Kota Sumekar. Dari Jantung Kota, sekitar dua kilometer. Biasanya para peziarah datang pada siang dan malam. Di sekeliling asta terdapat pagar tinggi. Meski dibangun ratusan tahun silam, pagar itu tetap kokoh. Keunikan arsitektur di sana juga menjadi daya tarik.

Fasilitas di lokasi wisata tersebut relatif lengkap. Banyak pedagang berjejer di sekitar pintu masuk. Selain makanan dan minuman, sebagian pedagang menjual oleh-oleh khas Sumenep. Misalnya, pecut khas Madura, odheng, kaus Sakera, dan batik. Seusai ziarah, pengunjung biasanya berbelanja. (sid/han/luq)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar