Radar Madura

Majelis Dunia Sastra

Siapa mau membantah bahwa Madura lumbung sastrawan, lebih-lebih penyair? Sejak dulu saya bermimpi di pulau ini kelak dibangun pusat dokumentasi sastra.

TIDAK sulit mencari penulis di Madura. Lebih-lebih penulis sastra. Wabil khusus penyair.

Tiap pekan bisa ditelusuri di rubrik sastra surat kabar. Tidak hanya media massa lokal. Kemungkinan besar akan bertemu penulis dari Madura.

Tiap event penulisan, baik lomba atau sayembara, atau penerbitan antologi dapat dipastikan ada atau banyak nama-nama dari Madura. Kita bisa melacak melalui Emerging Writers Indonesia, program khusus Ubud Writers and Readers Festival (UWRF).

Tahun ini tim panitia melaporkan, ada 711 penulis yang mengirimkan karyanya. Terhimpun sebanyak 913.913 tulisan yang terdiri dari cerpen, puisi, novel, esai, nonfiksi, naskah drama, dan banyak jenis sastra lain. Puisi menempati posisi pertama dengan 377 karya di atas 278 cerpen.

Dilihat dari asal provinsi, jumlah penulis terbanyak berasal dari Jawa Timur. Mencapai 155 penulis. Hampir sepertiga berasal dari Madura. Sekitar 50 penulis dari Pulau Garam. Hampir separo seluruh pengirim naskah masih berstatus pelajar.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar