Radar Madura

Krisis Logika

HAMPIR genap delapan tahun Jembatan Suramadu diresmikan. Ada dampak yang dirasakan. Mulai infrastruktur, ekonomi, hingga sosial. Berdampak pula dalam peningkatan kriminalitas. Apakah masyarakat siap dengan berbagai perubahan itu? Secara mentalitas belum siap seutuhnya.

Sebulan terakhir, di Madura diresahkan dengan dua kasus anak. Pertama menyebarnya permen berbentuk dot. Kemudian disusul isu penculikan anak. Dua kasus ini terungkap pertama di luar Pulau Madura kemudian mengalir deras ke Pulau Garam.

Dua kasus ini meresahkan orang tua. Mereka mulai membatasi jajanan anak di sekolah. Mereka mulai membatasi ruang main anak. Kondisi ini memprihatinkan. Lalu, siapa yang harus bertanggung jawab?

Di luar nalar memang kasus ini belum terbukti. Namun perlu penanganan serius dari semua pihak. Sebab berakibat degradasi mental bagi anak dan orang tua.

Namun, menyikapi ini masih kontroversial. Sebab manusia punya persepsi berbeda-beda. Dengan otak berbeda pula. Pertanyaannya, apakah semua pendapat tentang penculikan anak benar atau salah? Belum tentu.

Pendapat mereka bisa benar dan bisa salah. Perbedaan pendapat sudah sejak zaman dulu. Kasus penculikan menjadi polemik dan bahan diskusi. Perlu disepakati jika perbedaan ini terjadi di mana-mana. Dampaknya terjadi ”krisis logika”. Tidak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar