Radar Madura

Sepakati Kerapan Sapi tanpa Kekerasan

BANGKALAN – Aturan main kerapan sapi Madura telah disepakati. Rapat Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Pamekasan Kamis lalu (16/3) menyepakati Instruksi Gubernur Jawa Timur Nomor 1/INST/2012.

Instruksi tersebut ditujukan kepada para bupati di Madura, tokoh sapi kerap, dan ketua paguyuban sapi kerap di masing-masing kabupaten. Instruksi Gubernur 2012 itu membahas aturan main kerapan sapi Madura.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Hendra Gemma Dominan menjelaskan, semua poin Instruksi Gubernur 2012 disepakati dalam rapat bakorwil. Hanya, poin tiga dilakukan revisi berdasarkan kesepakatan.

Poin tiga mengatur tentang kerapan sapi tanpa kekerasan. Yang semula pak-kopak tanpa paku, diganti dengan alat pacu yang telah disepakati. ”Disediakan panitia. Peserta tidak boleh membawa alat pacu sendiri,” kata perwakilan dari Bangkalan dalam rapat bakorwil Senin (20/3).

Alat pacu tetap menggunakan paku. Tapi, benjolan paku lebih pendek sehingga diyakini tidak terlalu melukai dan menyakiti sapi kerap. ”Pak-kopak dianggap lebih menyiksa karena menyebabkan luka lebam. Itu penyembuhannya lebih lama dibandingkan luka luar,” ujarnya.

Terkait aturan teknis di lapangan, lanjut Hendra, setiap kabupaten memiliki ketentuan. Menurutnya, kerapan sapi diselenggarakan dengan tanpa kekerasan baru kali ini disepakati serentak se-Madura. Sebelumnya, di beberapa daerah masih menggunakan kekerasan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar