Radar Madura

Serapan Tembakau Minim Picu Maraknya Rokok Ilegal

SUMENEP – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sumenep sulit dikendalikan. Sebab, selama ini petugas hanya menyasar pengecer. Sementara produsen rokok tidak pernah terendus.

Peredaran rokok ilegal di Madura sangat marak. Terbukti, dalam satu semester, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Madura berhasil mengamankan 220.820 batang rokok. Itu hasil penindakan selama semester II 2016 di empat kabupaten di Madura.

Agar tidak disalahgunakan, ratusan ribu batang rokok itu dimusnahkan oleh petugas Senin (20/3). Sayang, tindakan tegas itu tidak akan banyak berpengaruh. Peredaran rokok ilegal diprediksi tidak akan berkurang. Sebab, yang selama ini menjadi sasaran petugas adalah para pengecer.

Anehnya, meski berkali-kali melakukan penindakan, petugas tidak mengetahui keberadaan pabrik yang memproduksi rokok tersebut. ”Kami belum menemukan pabrik rokok illegal. Kalau nanti kami temukan, akan kami kenai sanksi berupa pidana dan administrasi,” kata Salehoddin, kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Madura.

Dia menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada pabrik rokok ilegal. Bahkan, pihaknya tidak segan-segan menutup pabrik tersebut. Sanksi itu juga berlaku pada kios yang berani menjual rokok ilegal dengan jumlah besar. Menurutnya, sanksi itu sudah diberikan kepada salah satu kios di Madura.

Ada dua sanksi yang dikenakan kepada pedagang atau pabrik yang memproduksi rokok ilegal. Yakni, sanksi pidana dan adminitrasi. Selama ini yang sering diberlakukan adalah sanksi administrasi. Yakni, membayar uang sekitar Rp 20 jutaan. ”Karena ditemukan di kios-kios toko, jadi kami sanksi administrasi,” terangnya.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar