Radar Madura

DPRD Sebut Investor Enggan Lirik Pamekasan

PAMEKASAN – Secara geografis, Pamekasan cukup strategis. Wilayah ini diapit oleh dua kabupaten tetangga, yakni Sumenep dan Sampang. Tetapi letak yang strategis ini belum mampu menyedot perhatian investor. Demikian pernyataan Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik Minggu (19/3).

Menurut Apik, dari waktu ke waktu belum ada investor yang melirik Pamekasan untuk dijadikan area berinvestasi. Tak pelak, pembangunan di Kota Gerbang Salam pun bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Sayangnya, APBD selama ini banyak terkuras pada belanja-belanja rutin.

”Jika pembangunan mengandalkan APBD, ya sampai kapan pun tidak akan pernah maju. Sebab kekuatan APBD kan terbatas. Setahun tidak sampai Rp 2 triliun,” ujarnya.

Ditanya mengapa investor enggan melirik Pamekasan? Politikus Partai Nasdem ini menyebut ada banyak faktor yang jadi penyebab. Di antaranya, regulasi yang belum memihak pada perbaikan iklim investasi. Selain itu, infrastruktur yang belum memadai juga menyebabkan investor enggan masuk ke Pamekasan.

”Contohnya, bagaimana mungkin investor akan berinvestasi di Pantai Jumiang jika infrastruktur jalan ke sana tidak diperbaiki. Selain itu, fasilitas penginapan, pusat perbelanjaan, dan lainnya di Pamekasan juga belum memadai,” tegasnya.

Belum lagi adanya isu-isu miring tentang ketidakamanan dan maraknya pungutan liar (pungli). Dia khawatir isu-isu negatif akan mengganggu iklim investasi di Pamekasan. Oleh karena itu, pihaknya menyarankan agar tim ekonomi pemkab kerja ekstra memperbaiki regulasi dan konsep investasi di Pamekasan.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar