Radar Madura

Pelaksanaan UNBK Dipaksakan, Kepala SMP Meradang

PAMEKASAN – Rencana penerapan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP menuai kritik. Mayoritas sekolah tidak siap secara kelengkapan sarana dan prasarana. Bahkan, dinas pendidikan (disdik) dituding memaksakan ujian tersebut tetap digelar.

Demikian diungkapkan kepala SMP di timur Kota Pamekasan Selasa (14/3). Pria yang meminta identitasnya dirahasiakan itu menyatakan, sesungguhnya sekolah tidak siap. Tapi, pemerintah tetap memaksakan agar UNBK tetap digelar.

Dia mengatakan, sekolah tidak diberi pilihan bijak. Jika tidak bisa menyelenggarakan secara mandiri, sekolah diminta bergabung dengan lembaga lain. Penggabungan itu tidak gratis.

Tiap peserta wajib bayar Rp 100 ribu. Namun, jika ingin melaksanakan secara mandiri, sekolah harus menyiapkan sarana penunjang. Sementara, persiapan itu butuh biaya. Membeli komputer, kabel, kesiapan listrik, dan tempat khusus. ”Sebenarnya tidak siap. Tapi, bagaimana lagi kalau UNBK itu diwajibkan,” katanya.

Mayoritas sekolah juga tidak memiliki server internet. Jika harus membeli, butuh biaya jutaan rupiah. Beberapa waktu lalu, Disdik Pamekasan berjanji akan memberikan bantuan. Namun, bantuan itu belum terwujud.

Tidak ada titik terang kapan server itu akan dibagikan. Padahal, per tanggal 18 Maret 2017, seluruh perangkat harus siap karena akan digunakan untuk simulasi.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar