Radar Madura

Menelisik Labirin Spiritual Matsnawi

Dari hasil penelitiannya pada Matsnawi Buku Pertama, Safavi tiba pada kesimpulan bahwa Rumi menyusun Matsnawi dengan menggunakan dua prinsip penataan, yakni penyusunan sekuensial pada level bait dan bab, dan penyusunan sinoptik pada level wacana, buku, dan karya yang didasarkan atas prinsip paralelisme dan kiasmus.

Penemuan Safavi ini terinspirasi oleh beberapa penelitian lain yang mencermati teks-teks penting pramodern, seperti penelitian Mary Douglas tentang Kitab Imamat dan Kitab Bilangan (Perjanjian Lama), McMohan atas autobiografi spiritual Agustinus yang berjudul Confessions, penelitian Hanns-Peter Schmidt dan Martin Schwartz atas karya Zarathustra, dan lain-lain. Beberapa penelitian itu berhasil mengungkapkan adanya struktur tersembunyi di teks yang diteliti.

Prinsip paralelisme dan kiasmus termasuk model penulisan yang cukup lazim di era pramodern. Paralelisme memperlihatkan adanya garis non-linear hubungan antara dua segmen teks. Sementara kiasmus adalah pengulangan sebuah sekuen tetapi dengan susunan terbalik, misalnya A, B, C, D, C, B, A sehingga kadang juga disebut struktur cincin.

Untuk menemukan struktur seperti ini, Safavi tidak hanya melakukan pembacaan berulang untuk teks yang ditelitinya, tetapi juga memetakan secara tematik dengan teperinci seluruh bagian Matsnawi Buku Pertama. Inilah yang disebut dengan pembacaan sinoptik yang secara literal berarti ”melihat seluruhnya” dan ”melihat secara utuh”.

Pembacaan yang cermat mampu menyingkap makro-komposisi Matsnawi sehingga Safavi berhasil memetakan bab-bab yang ada pada Matsnawi Buku Pertama ke dalam dua belas wacana. Safavi menguraikan dua belas wacana hasil rekonstruksinya itu pada bagian kedua buku ini, sehingga masing-masing bab atau bagian dalam satu wacana memperlihatkan prinsip paralelisme dan kiasmus. Lebih jauh, kedua belas wacana itu juga memperlihatkan dua prinsip paralelisme dan kiasmus.

Safavi menunjukkan paralelisme dan kiasmus di antara wacana pertama dan wacana kedua belas, wacana kedua dan kesebelas, dan seterusnya. Wacana pertama, misalnya, membahas tentang perjalanan nafs yang jatuh cinta pada dunia. Sedang pada wacana kedua belas perjalanan nafs sudah sempurna yang digambarkan dengan kepasrahan dan kepatuhan pada kehendak Allah.

Pembacaan secara sekuensial dan sinoptik menegaskan bahwa Matsnawi Buku Pertama membahas tentang perkembangan nafs dari tahap nafs ammarah, nafs lawwamah, dan nafs mutmainnah. Jadi, Matsnawi Buku Pertama dapat dibagi dalam tiga blok yang masing-masing meliputi empat wacana.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar