Radar Madura

Hadapi Cibiran dengan Senyuman

APA yang telah dilakukan seseorang belum tentu ditanggapi positif oleh orang lain. Terkadang, sebaik dan sebagus apa pun perilaku seseorang tetap dicemooh orang. Hal itu menjadi konsekuensi dalam perjalanan hidup Uswatun Hasanah.

Perempuan kelahiran 10 Mei 1994 itu sering mendapat cebiran dari orang lain. Alasannya juga tidak jelas. Entah karena merasa iri atau tidak senang dengan apa yang diperbuat.

Maklum, sebagai mahasiswa, dirinya juga banyak melakukan aktivitas. Namun, cemoohan itu tidak membuat Uswatun minder.

Dia tetap semangat menjalani hidup dan menuntut ilmu. Dia hanya ingin, berbuat yang terbaik bagi lingkungan di mana dia tinggal.

”Konsepnya sederhana. Semua sudah ada dalam Alquran. Kita harus siap dicaci orang lain. Kita juga tidak boleh merasa pintar atau sombong kepada siapa pun,” ujarnya.

Perempuan yang hobi membaca itu menjalani tantangan hidupnya dengan sederhana. Yaitu, mensyukuri apa yang telah diperbuat.

”Selalu berbaik sangka saja terhadap orang lain,” tuturnya. (c2/dry)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar